Posted by: kyla on: November 7, 2009
Hari Ke-Enam di Barak
Ternyata tidak seburuk yang ku kira. Tentara juga manusia. Awalnya sempat khawatir bakal jatuh sakit karena pada hari pertama memang sangat melelahkan. Bangun jam 4 pagi. Langsung mandi. Terus sholat shubuh jam 4.30. Trus ganti baju olahraga. Jam 5 berbaris dan lanjut olahraga sampai jam 6 pagi. Lanjut sarapan sampai jam 6.30 pagi. Lanjut ganti baju putih hitam. Jam 7 apel pagi lalu langsung masuk kelas. Jam 10 snack break 15 menit. Kelas lagi. Jam 12.15 break ishoma. Jam 13.30 masuk lagi. 15.45 snack break dan sholat. masuk lagi jam 16.00 sampe jam 18.15. Lalu mandi, sholat, makan malam. Jam 7 malam masuk lagi sampai jam 9.45 malam, dan berakhir jam 10 malam setelah apel malam. Capek… Letih… Masuk barak lan gsung tertidur tewas.
Meski hanya bisa tidur selama 5 jam sehari dan masih terkantuk-kantuk di kelas, tapi alhamdulillah….jadi bisa tidur yang sangat berkualitas tanpa minum obat tidur
Aku berangkat ke sini bareng dua temanku, P & F. F, aku udah lama kenal dia. Hanya sebatas kenal nama saja. Sejak awal ngurus bahan CPNS, aku udah tanda wajahnya. Dan ternyata dia juga udah tanda aku. Tak ada kontak antara aku dengannya. Dan akhirnya, kami berdua berangkat ke sini, mengikuti diklat, berangkat bareng, saling mengenal.
Ada P. Aku kenal dia dari temanku. Dikenalin karena kami sama ingin ikut diklat di Jambi. Satu tujuan. Kemaren, ngobrol-ngobrol… ternyata ada beberapa kebetulan yang menghubungankan aku dengannya.
Subhanallah… Allah sudah menetapkan apa yang terjadi dalam hidup. Apa yang akan kita lalui dan temui.
Posted by: kyla on: Oktober 15, 2009
Segala puji dan syukur atas pertolongan-Mu Ya Rabb. Karena sesungguhnya setiap usaha tidak ada yang sia-sia. Kini aku perlu menyiapkan fisik supaya tetap fit, barang-barang keperluan, dan biaya. Insya Allah dengan bantuan-Mu, aku bisa.
***
Perlu kesabaran ekstra bila harus bekerja se-tim dengan orang yang neurotik (=suka membesar-besarkan masalah, “heboh”). Orang tipikal neurotik kerap kali menyalahkan orang lain sebelum menyadari kesalahan yang murni akibat ulahnya sendiri. Dan aku dengan tulus ikhlas menerima dengan tangan terbuka lebar bekerja sama dengan rekan neurotik ini. Kesal dan umpatan cukuplah dalam hati saja. Puskesmas tempatku bekerja ibarat pesantren kehidupan untuk belajar sabar dan ikhlas.
***
Tadi sore, aku membuka-buka jurnal 2007. Ada catatan survei status gizi, 20-28 Juni 2007 di Kabupaten Asahan – Kota Tanjung Balai. Hidup berpindah-pindah setiap hari. Mencari-cari warga yang bersedia menampung kami. Keliling-keliling seharian “nyulik” bayi, balita, anak sekolah untuk ditimbang. Ada warga yang ngira kami sales. Ada juga yang minta bantuan uang dari menteri. Aneh-aneh. Yang paling mengesankan: makan sate kerang rame-rame buatan mamak-nya temen se-tim! Maknyosss! Wah, jadi kangen sate kerang, nasi gurih, dan lontong Medan.
Posted by: kyla on: Oktober 11, 2009
You are half way from here
But what am I to you anyway?
***
Tadi siang aku nonton film Into The Wild, tentang perjalanan Christopher McCandless hingga kematiannya di Alaska. Aku sangat tersentuh secara emosional. He’s not running away. He’s just trying to find the place he can fit in.
Aku kagum dengan kedekatannya dengan Wayne dan Jane dan Rainey. Kartu pos yang ia alamatkan kepada Wayne barangkali menunjukkan bahwa Wayne merupakan sosok yang ia anggap sebagai surrogate brother (*mengingat ia hanya punya seorang little sister). “Just wanted to tell you that you’re a great man”.
Tragis sekali kematiannya. Aku tak habis pikir… Kenapa orang seperti dia harus mati begitu? Kenapa dia tidak diberi kesempatan untuk berkumpul dengan keluarganya, melihat bahwa orangtuanya telah berubah? Setidaknya, dia diberi kesempatan untuk merasakan kehangatan keluarganya.
***
I saw their happiness
Shame on me, wondering when will be my turn
Posted by: kyla on: Oktober 11, 2009
Rasanya seperti menulis diary.
Aku melihat iring-iringan mobil yang membawa bantuan untuk korban gempa di Kerinci. Beramal sambil berpromosi. Atau, berpromosi sambil beramal?
***
Aku beli buku “Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim” (Salim A Fillah). Telat yaa…kayaknya temen2 yang tinggal di kota udah baca (*but what can I say, I live in a small town). Aku juga beli buku “The Winner Stands Alone” (Paulo Coelho). Nah, ini baru buku baru. Semoga kisahnya sebagus Sang Alkemis.
Posted by: kyla on: Oktober 11, 2009
“usaha sudah selesai. sisanya kuserahkan kepada-Mu. Syukur atas keajaibanMu karena telah memudahkanku hari ini.”
Hal yang lazim kulakukan dalam perjalanan pergi atau pulang adalah terdiam dan merenung. Selama perjalanan pulang semalam, aku memikirkan tentang makna “everything happens for a reason”. Pekerjaanku sekarang ibarat mendapat durian jatuh, karena aku tidak benar-benar mengharapkan dan memperjuangkannya. Menyenangkan punya pekerjaan, lebih menyenangkan punya penghasilan sendiri. Belajar mandiri, mengelola keuangan, belajar menabung dan memikirkan financial security untuk masa depan. Dengan bekerja, aku bisa mengistirahatkan otak setelah belajar belajar dan belajar selama tujuh belas tahun. 17 tahun….ckckck… Kurasa, bekerja adalah pilihan yang tepat setelah tujuh belas tahun aku terus fokus dan serius belajar, jadi sudah sewajarnya aku bersantai sejenak. Membeli dan membaca buku-buku yang kusuka (namun dulunya tak sanggup kubeli), sewa dan nonton film-film yang dulunya tak sempat kutonton, dan melakukan hal-hal yang kusuka. Tentu saja stage ini tak hanya berisi fun. Ada juga fase depresi di awal masa kerja karena sulit beradaptasi dengan lingkungan kerja yang kontras bedanya dengan lingkungan kampus. “Meski tak bisa mewarnai, setidaknya jangan sampai terwarnai”, ujar temanku. Cukup sulit untuk bertahan, pada awalnya. Aku masih belum menemukan peranku di sini. Masih belum menemukan the reason why I am here, but I believe that I’m gonna find it out anyway. Dan aku bersyukur atas berkah ini. Bersyukur atas hal-hal yang bisa kunikmati yang dulunya aku tak bisa. Dan adalah tugasku untuk mempertahankannya.
Dan kesempitan ini. Ugh..sesak menghimpit. Aku selalu meminta untuk bisa “tumbuh”, dan kesempitan ini membuatku merasa mulai “membesar”. Tentu saja selalu ada alasan untuk setiap peristiwa. With You, I’m gonna make it right.
Posted by: kyla on: Oktober 11, 2009
“dari kejauhan terlihat setitik kemudahan
semoga dengan semakin melangkah lurus ke arahnya, cahyanya ‘kan semakin terang”
Sejak batal mengikuti diklat prajabatan bulan Ramadhan kemaren, aku dilanda perasaan takut. Soalnya, aku sudah 14 bulan menjadi CPNS dan kalo dah lewat dua tahun belom diklat, bisa-bisa gugur, ibaratnya di-PHK. Membayangkan hidup jadi pengangguran….doh! aku tak mau.
Aku merasa bersalah dan ini merupakan double burden, bagiku dan keluargaku. Kalau aku yang kecewa, itu sudah hal biasa, tapi mengecewakan keluargaku, itu adalah hal paling menyakitkan bagiku.
Dalam masa sulit ini, aku tiba-tiba teringat untuk menghubunginya. Ternyata hanya butuh waktu lima menit bagiku untuk mengumpulkan keberanian dan bicara tanpa ragu. Terkejut ku dapati suaranya masih seperti yang dulu, begitu juga cara bicaranya. Dan dia masih helpful sebagaimana biasanya. Aku tak bisa menggambarkan bagaimana kedekatan kami, karena interaksi kami hanya sebatas transaksi pinjam-meminjam buku, catatan kuliah, fotokopian slide, disket, makalah, tugas, soal ujian, dan segala bantuan akademis. Aku sangat terbantu dengan kebaikannya, atau lebih tepat…kewajibannya sebagai “kakak asuh”. There’s no way to go back. I can’t change the past cuz I don’t have the power to manipulate time. But even if I do, whatever happened happen. It came at the wrong time, I wasn’t ready. I’m sorry.
Lebaran kemaren, aku gagal lagi bertemu kembali dengan teman SMA-ku. Dua kali lebaran kami tak bertemu muka. Ironis, rumahku dan rumahnya hanya beda lorong, namun jarak yang kira-kira seratusan meter itu terasa jauh sekali. Barangkali ini juga menggambarkan kedekatan kami yang kian jauh. Aku masih menyimpan foto-foto SMA, aku dan dia dan kawan-kawan lainnya, namun aku sudah lupa bagaimana rasanya.
Aku senang sekali kakakku membawakan banyak “pesananku” selama setahun. Tentu saja yang paling ku tunggu-tunggu adalah serial LOST Season 5. Ceritanya semakin seru, semakin rumit, dan semakin membingungkan. Beuh…, John Locke asli udah mati, Ben semakin menjengkelkan dengan perannya yang sekarang. Kemampuan manipulasinya semakin tumpul. Jack mulai “menumbuhkan” karakter Locke, sikapnya semakin mirip Locke. That’s what i love, a man of faith, not a man of science like he used to be. 3 tahun di 1977 sudah membuat Sawyer semakin dewasa. Yang paling mengharukan adalah sikap Juliet, meledakkan hydrogen bomb, berharap bisa “mengubah waktu”. “If I never met you, then I’ll never lose you” – Juliet. Aku semakin tak sabar menunggu Pebruari 2010 untuk menyaksikan Season terakhirnya.
Posted by: kyla on: September 23, 2009
Waktu berjalan ke barat di waktu pagi hari matahari mengikutiku di belakang
Aku berjalan mengikuti bayang-bayangku sendiri yang memanjang di depan
Aku dan matahari tidak bertengkar tentang siapa di antara kami yang telah menciptakan bayang-bayang
Aku dan bayang-bayang tidak bertengkar tentang siapa di antara kami yang harus berjalan di depan
Sapardi Djoko Damono
komentar terbaru