Posted by: kyla on: Maret 25, 2008
Ada begitu banyak orang Kerinci yang merantau di daerah lain. Bahkan mungkin di seluruh pelosok Indonesia. Ini bisa diketahui dari adanya perkumpulan mahasiswa ataupun pemuda Kerinci di kota-kota besar di Indonesia. Selain mahasiswa, banyak juga orang Kerinci yang memilih untuk menetap di daerah lain, di luar Kerinci.
Baru-baru ini, saya sempat berdialog dengan seorang kawan yang menyatakan bahwa setelah tamat kuliah, dia tidak ingin kembali ke Kerinci, tapi dia ingin merantau dan bekerja di daerah lain. Hmmm…, ini menarik. Karena saya juga punya keinginan yang sama dengannya. Kerinci adalah tanah kelahiran saya, seluruh keluarga besar saya tinggal di Kerinci. Namun, selama 17 tahun hidup di Kerinci (5 tahun terakhir saya habiskan dnegan berpindah-pindah dari suatu kota ke kota lain), saya sampai pada suatu kesimpulan bahwa satu-satunya alasan saya mencintai Kerinci adalah karena keluarga saya hidup di sana. Bagi saya, Kerinci tak lebih dari seorang “manusia” yang sekarat dan akan mati oleh “kanker” korupsi dan nepotisme yang menggerogoti tubunya. Kerinci akan segera mati apabila rakyat masih mempertahankan pemerintahan yang sekarang ini. ini sangat mungkin terjadi oleh karena masyarakat Kerinci tidak memperoleh pendidikan/pengetahuan politik.
Sebut saja saya seorang pengecut, tidak patriot, dan sebagainya, namun saya juga punya tekad untuk mengabdi dan membuat perubahan untuk bangsa, dan itu bisa dimulai dari sebuah langkah kecil (misalnya dengan kembali membangun kampung halaman). Namun di saat yang sama, saya ragu untuk mampu mewujudkan cita-cita saya apabila Kerinci masih seperti ini. Mungkin suatu hari nanti apabila Kerinci sudah bersih dari praktek KKN, saya akan kembali.
Bagi orang-orang Kerinci yang di luar sana, baik yang mahasiswa ataupun yang lagi nyari kerja, atau juga yang sudah menetap, ke manakah kamu ingin mengabdi? Di tanah kelahiranmu? Atau di tempat lain?
.:Update 10 Desember 2008:.
Aku gak nyangka ternyata banyak banget komentar yang beragam mengenai postinganku ini. Terima kasih buat semuanya. Aku menghargai pendapat/ pandangan sesama uhang kincai. Semua bebas berpendapat, semua bebas menyuarakan pandangannya, semua bebas menulis uneg-unegnya. Apapun itu, aku gak akan menilai siapa benar siapa salah. Ku tegaskan bahwa di forum ini bukanlah pengadilan. Salut juga, ternyata banyak uhang kincai yang merantau dan barangkali sudah menetap di luar negeri yang kemudian membaca tulisanku ini dan menuliskan komentarnya. Terima kasih aku ucapkan, namun aku mohon maaf karena aku gak bisa membantu “menemukan jejak masa lampau” saudara-saudara sesama uhang kincai.
sebelum nya maaf ya mamokk .seandainya coment ku menyakit kan hati mu,, salah kok cara mamok tadi,,apabila tidak mao pulang kekerinci selagi masih ada KKN,,dan lebih salah lagi mamok bilang kerinci tida perubahan ..terlalu minim pendidikan dan poltiknya..kenapa kalo mamok mao pulang setelah kerinci bersih? kenapa mamok tidak mao,, bantuin masarakat yang mamok anggap terlalu minin pendidikan nya,,keluar dari masalah ini,,bukan mam sendiri yang bilang..masarakat kerinci masarakat peranrtau,,ramai ikatan mahasiswa,, kemana pergi nya mereka? pengecutkah mereka? sama kah mereka seperti mamok,,yang mao pulang bila kerinci udah bersih..pengecut kan kalo gitu?,, aku juga perantau mok,, tapi rindu sekali dengan kerinci,,kerinci sekepal tanah yang tercampak dari surga..kerinci begitu indah.. dah dulu mok ya,, dingin banget nihh cuaca disini,,new zeland,, rjadi teringat akan masa kecil ku main2 ke kayu aro..semoga kerinci abadi kayu aro tetap dingin kayak dulu.. kebun teh tetap hijau,danau kerinci tetap jernih gunung kerinci tetap tinggi air hangat tetap mendidih..air terjun tetap mengalir.sungai meragin tetap deras..tanjung hatta tetat dikunjungi ..tnks tetap alami..dan penduduk tetap ceria.serta mamo cepat sedar akan tulisan mamok wassalam.crisker town new zeland
low…. hang kito…
assalamualaikum wr.wb.
kalo idak salah kincai idak bae banyak KKN didalam sistim pemerintahan yang sedang berjalan.
coba lihat sistem perekonimian nya juga tidak berimbang, dimana deerah mudik,tengah tentunya maju di bandingkan daerah hilir… kenapa….? tentunya tak lepas dari pengaruh kepela pemerintahan yang cenderung berpihak dalam pembangunan.
untuk deerah hilir yang di keliling oleh hutan lindung… TNKS. tentunya membatasi ruang gerak roda ekonomi masyarakatnya, adapun uang yang dikucurkan oleh pemerintah pusat / dunia dilimpahkan untuk pembangunan pusat pemerintahan kab. kerinci.
perlu anda ketahuijalan keluar dari daerah gunung raya tidak ada kecuali kembali lagi ke daerah hulu/tengah karena dibatasi oleh hutan lindung..
untuk kayo uhang kincai cubo kimak… piyo kok banyak anak jantan dengan butinolahi dari kampung marantau kemalaysia ado kah solusi bagi anak mudo2 resebut…?
udah dulu lain hari kusambung pulo
aku anak uhang ile gunung raya.
namo: hendra
lahir: 11 maret 1980
pendidikan terakhir :smk-ti humaniora sei penuh lulus 1998
sekarang masih kuliah di jakarta jurs: ilmu hukum
bisa tolong jangan pangill aku aku bapak,, soalnya usia kita beda nya cuman 7.single lagi hehehehheheh jadi malu aku
Ass…
Kerinci!!!… akau uhang kincai tapi sistem kepemimpinan di pemerintahan kincai membuat akau muak… penuh KKN, Otoriter dan sebagainya…Coba lihat FMDK…hanya menghabiskan APBD saja haha…tidak bisa berhitung ya para pnitianya? makan tu uang rakyat biar buncit…kalian ketawa-ketawa dibawah tribun tapi sama sekali tak peduli masyarakat kecil yang kepanasan…
Ass…
Oiiiiiii Kayo Kincai………Cubo kayo kimak ilok-ilok apo gawe anak kemenakan kayo di taman bungo! e e e e…jangan kayo glak-glak bae…tanayo kayo! terus terang bae taman bungo lebih banyak dijadikan sebagai tempat mesum bagi anak mudo-mudo…RUSAK KINCAI!!!… eee cubo kayo kimak, sudah mlai karcis di pintu masuk samo dingan kambek lia bai dalam taman…teserah di inyo,idak ado pengawasan dari pengelola…Maaf yo idak ado maksud apo-apo hanya rasa perihatin bae dengan generasi penerus Kincai… A kalo bisa cubo kayo-kayo yang ado di kinci membenahinyao…supayo jangan kno laknat negeri kito…
Halo…Betapa rindunya akau di tanoh kincai…akau lah lamo hidauk di Mississipi AS…jago ilok-ilok tanoh kincai…
tolong kirim berita kincai setiap harinya pada kami yang dirantau biar kami tau perkembangan kincai…..!!!!!!!
Kayo Kinca9i gdang Ota Galo…
hia uhang kito kincai bise aku mintak poto kincai idek mitak tlong
ha..ha… kincai..kincai.. piyonyo cenno ineh bentuk….. kincai lah banyak perubahan….iyo… kincai lah maju…betul….. kincai lah Gaul (hee.hee.. kato anak mudo minin) Benar……….
Tapi……….. perubahan apo??? maju Apo???????? gaul apo?????????
jangan2 perubahannyo kincai tambah banyak KKn nyo, Kolusinyo,nepotismenyo???
kalu itoh lah jadi menu sehari2 mamak2 ngan duduk dukursi empuk pemerintahan, bek tambah buncit perut kayo mak.
Maju???? perut maju pantat mundur!!! he..he..
Gaul….??? ah.. ineh nyo minin hang ngato yang penting Gaul…
saking gaulnyo, anak SMP nian lah bisa nyo mena film Porno suhang, tempat2 wisata lah berubah jadi tempat mesum…. cubo kayo ngimak… kalau lah hari libur… siap2 baelah kayo di kebun teh ngimak umpun teh bergoyang tapi nyado angin… he..he… ngimak jangan dari atas tapi dari bawah… ndehhhhhhh apo gawe anak jantan ngan batino kayo….???
Kalau KIncai model ineh trauh, APA KATA DUNIA????
met kenal Ya !
Blognya keren dech.
Saddia naizal Norewan
www. NaizalNorewan.wordpress.com
Assamualaikum wth
Pertama kali aku membaca tentang Kerinci. Aku anak kerinci dilahirkan di Malaysia. Aku ingin mengenali tanah kerinci dengan lebih dalam lagi. Kalau boleh ingin kenalan sambil boleh bertukar-tukar pandangan.
Dok tau lah,ntah manen agi caro kincy nak maju..? Apo2 ribut,dikit2 bubalah,katonyo sekepal tanah surgo..,surgo apo..? Dak ado harapan kalau masih dikincy ugo,mai kanti2 mudo kincy kalua kito kalu la sukses nak balik,balik lah.. Tinggal lah kau kincay…
Sedih saya membaca komentar-komentar dari teman-teman yang hampir semuanya bernada pesimistis dan cenderung menghujat..Saya setuju dengan rekan Hendra yang di New Zealand (Salam kenal untuk Hendra), sebaiknya kita coba untuk lebih positif melihat kampung halaman kita..Percayalah, tidak semuanya jelek. Ada saja yang bagus kok, meskipun mungkin belum sesempurna yang kita harapkan. Saya setuju kalau kincay kita bergerak seperti keong perkembangannya…sangat lambat. Tetapi ada perubahan. Wajah kincay ada perubahan. Itu harus diakui.
Untuk adik yang punya blog, menurut saya anda agak berlebihan menilai kerinci kearah yang negatif. Kalau disamakan dengan Rasulullah, ketika beliau hijrah ke Madinah, Beliau melakukan perubahan besar di Madinah tempat hijrahnya. Kalau mengacu kepada tulisan dan pendapat anda, saya ingin bertanya perubahan apa yang kita lakukan di tempat hijrah kita?? Saya yakin tidak banyak (atau tidak ada?). Ok lah kita tidak bisa berkiprah langsung di tanah kelahiran kita, karena berbagai kepentingan kita ditempat hijrah kita masing-masing sekarang, tetapi kan kita bisa membeikan sumbangsih positif melalui berbagai cara, seperti masukan dan tukar pikiran diantara kita, yang selanjutnya bisa kita teruskan kepada anak-anak kincay dimanapun berada. Yang paling perlu disadari menurut saya adalah pola pikir dan masyarakat tidak bisa dirubah dalam semalam saja, atau dengan satu teriakan saja. Perlu proses yang kontinyu.
Caranya? Dengan brainstorming seperti yang kita lakukan ini, forum reuni dan memberikan sumbangan pikiran pada almamater sekolah kita dulu, dsb.
Tetapi saya salut untuk anda, atas satu karyanyata dengan membuka blog ini. Ini adalah bukti nyata sumbangsih anda untuk kita semua.
Thanks
Irmadianto Tulus
Corporate Training Manager
Salah satu perusahaan retail di Jakarta
Assalamualaikum Kayo,
Sebenarnyo akau dak tahu sapo kayo, tapi akau uheng kincai yang lahir di malaysia, emok ayaoh akau lahir di sungai tutung kincai. walaupun akau jadi rakyat malaysia tapi akau banggo sebeb akau nih uheng kincai yang tidak pernoh lupo tenteng kincai, ukau jugo ber uleng aliek kekincai.
bagi akau lah tenteng korupsi dan apo apo lagi tidak pernah bisa lupus, kemano juga kayo pegei, sebeb bendo ituh ado daleng badan setiap insan, very subjective. Tapi kalau meceng kayo ni, akau bulih anggap kayo pengecauk, dayus dan tidak berpendirian tegas. sebeb kayo maleh berjuah atau magih apo apo jugo sumbangan untuk pembangunan kincai cuma kayo nok sedia ada depeng mato. penek leloh uheng laih punyo kerjo. jangan jadi mencenok ituh.
akau mini lah dekak 50 tahuh umur akau, tapi akau tetap sayang pada kincai, sebab akau lebih kenal kincai dari empoh. keindahaan ketenangan yang nyaman anugerah Allah S.W.T utk kito tapi kayo tidak memanafaatkan anugerah itu dari apa ilmu dan pengalaman yang kayo dapak untuk KINCAI.
Berbanggo lah dengen apo yeng kito ado, apo kato uheng tuo tuo ” dimano bumai di pijak, disitu langaik di junjuoh”
Akau tetap banggo jadi uheng kincai walaupun akau idak tinggah dekek kincai, tapi kalau kayo datah kemalaysia, pegeai dekek kalumpah, kampung pasir putih, kayo idak beraso seperti di malaysia tapi itulah kembar kincai kito.
teneng masaloh sosial ni di mano mano juga ado idak nyo habaih, meceng akau di malaysia kalau di kelantan dipanggil serambi mekah kito kincai dipanggil serambi madinah ala lebih kuheng la tu. agai kayo ingak tentang uheng kincai kito lah bertindih ( taduk) di tangkap berame rame diusung diarak keliling kampoh, piyo kita nyendak mena mencenuk ituh? apo kito pun samo serunok ninguk bendo ituh? marah dekek mulauk tapi daleng atai seronok jadi hiburan percuma….. jangan ado yeng cubo cubo ambil kesempatan, kalau akau di malaysia akau tangkek gambe akau pamer dekek mesjaik atau sura, bia uheng laih ngimuk atau emok ayoh nya adik berdaik nya ngimuk lepih itu kito dek payah ngukum, hukuman akan datang sendiri?… meceng mano?…..embohnyo jadai?……
wah…pendirian kayo itu sdh keterlaluan ,ini lah kalu kito terlalu berharap kepada pemimpin di kincai untuk majew ku kincai,ini lah jadinyo kito jadi benci dengan kampung halaman sendiri, kalu zaman blando kayo ini digolong mato2 sbanta agi siap kno timbak,mesti nya anda bertanya pada diri (apa yang bisa saya berikan untuk kerinci…?dan jangan bertanya apa yang bisa kerinci berkan pada saya…?)tolong jawab wahai penghianat…(join kerinci net distu ada mcm2 orng mungkin lebih pandai dari kayo….
apo kabar kayo kincai pasti sehat yo? kito kincai terkenal uhang kayo apo sebab kito bisa susah cari makan itu karna kito salah sendiri bg aku yo apo idak?apo kito nak hidup di rantau org terus<seperti kamai di malaysia saat inih pun susah ugo,itu karna anak kito lah terlalu manjo aku mohon ala kakayo pandai-pandai lah kayo mendidik anak kayo.gara-gara anak kito lah yg mena ekonomi kito merosot yo apo idak?
hi..
akau pun uha kincai tanjung tanah..
lah lamao akao dek balik kincai..
rindaw rasonye
apao kaba uha kincai minin neh..
erm..dgr kabar kek kincai adew uwat lapangan terbang..
macam manao perkembangannya..
lah siap ke law?
oh ya..macam manao akau nek nengok tempat-tempat menarik kek kincai..
sapo2 ado gambeh kihau la kek akao..
maafla sapo2 dek faham tulisan akao..
cakap boleh tapi nek nulih tuh agak payah sikit..
sapo2 nek add akou kek myspace..
ni email akao..
Salam Kenal wahai kawan…
Gw kenal banyak orang Kerinci di Perantauan, tepatnya di Jakarta juga ada di Bandung. Gw akui mereka sangat baik, hangat, dan cukup terbuka sebagai teman dan sahabat. Tapi ada 1 yg unik dari mereka. Sebagian besar dari mereka ternyata tidak sudi dikatakan sebagai orang Melayu Jambi. Mereka mengatakan pada saya, “Lo, jangan pernah ucapkan kata bodoh itu lagi”… Bodoh? alahmak gue dibilang bodoh…
Kata mereka, “Kau tahu wahai Batak, bahwa itu adalah suatu upaya pembelokan fakta dan sejarah yang membodohi publik”. “wow?” kata gw. Menurut mereka, “Kerinci adalah bagian tak terpisahkan dari varian Minangkabau secara Budaya, Hukum adat, Dialek bahasa, dan Etnics. Dahulu Kerinci pernah dijajah oleh Kesultanan Jambi dari Pantai Timur setelah melemahnya Kerajaan Pagruyung. Tapi hanya diperlakukan tidak lebih dari wilayah taklukan upeti belaka. Makanya tdk mengalami Melayunisasi yang beriorientasi Sumbagsel. Kemudian kita dijajah oleh Belanda dan Jepang.”
“Belanda malah lebih bagus.” “Apanya yg bagus?,” pikir gw. “Belanda akhirnya menyadari perbedaan mendasar dgn daerah Jambi lainnya dan jg karena faktor jarak yg sangat jauh dr Jambi, tdk efektif dlm pemerintahan. Juga krn scr naluriah dilihat bahwa segala transaksi ekonomi,pendidikan dan kekeluargaan org Kerinci semuanya ke Minangkabau. Maka akhirnya oleh Belanda, Wilayah Kerinci dikembalikan ke Keresidenan Sumatera Barat”. Ditambahkannya, “Hal ini sangat melegakan Masyarakat Kerinci yang seakan lepas dari suatu penderitaan panjang suatu penjajahan bergabung kembali dgn saudaranya, walaupun dalam kenyataan masih tetap terjajah hanya kali ini dijajah oleh bangsa asing”. Dalam keresidenan Sumatera Barat org Kerinci ikut merasakan pahit getarnya perjuangan dan kebahagiaan bersama keluarga besarnya hingga masa kemerdekaan.” “O, begitu?” gumam gw.
Selajutnya dikatakannya, “Hanya saja dulu saat pembentukan Prov. Jambi dari pemekaran Prov. Sumatera Tengah kita dipaksa kembali masuk Jambi oleh Pemuka Melayu Jambi yang masih mendukung euphoria masa lalu Kerajaan Melayu Jambi. Mereka datang ke Jakarta dan Pusat menyetujui. Proses tersebut bersifat sepihak tanpa adanya plebisit masyarakat Kerinci.” “Oo Baru tahu gw kalo bgt ceritanya.” Dengan penuh semangat anak rantau ini menceritakan lebih lanjut. “Sumbar juga tidak bisa berbuat apa-apa terhadap aneksasi wilayah Minangkabau karena baru saja pas dilibas tuntas oleh Pemerintah Sukarno dalam pemberontakan PRRI yang berpusat di sana. Karena itulah sebetulnya masyarakat Kerinci dalam hatinya tidak pernah mendukung penyatuan dgn Jambi dan tidak akan pernah bisa menyatu dgn org Jambi lainnya”, tambah mereka. “Ya-ya-ya…pantes,” pikir gw karena kecenderungan yg gw lihat di Jkt & di Bdg ya bgt itu.
Seterusnya mereka nyerocos dgn lbh bersemangat, “Seluruh perantau Kerinci dimanapun bisa kau liat kan Kawan Batak, umumnya tidak ada yg tertarik dgn perkumpulan pelajar/mhsw/warga asal Jambi di perantauan, kecuali kalau ada yg khusus utk org Kerinci”. Lebih lanjut mereka menambahkan, “Secara naluriah kami ini tetap merasa lbh dekat dgn Minangkabau, dan menyayangkan karena aspek politis semata kami harus terpisah, menjadi marginal, dan menjadi minoritas dlm Prov. Jambi. Seharusnya bila kami dulu diberi kesempatan memilih dipastikan 100% org Kerinci akan memilih bersatu dgn Sumbar, bahkan kodok dan semut pun setuju”. “Ah, begitukah,” pikir gw.
Beberapa diantara mereka menambahkan secara emosional, “Bersama Jambi adalah suatu kesalahan takdir, karena masuk ke Prov. yg tidak dianugerahi kekayaan alam melimpah seperti Riau, dan kekayaan intelektual SDM seperti saudara kami di Sumbar. Menjadi jauh dari akses Laut dan terkungkung di pedalaman. Yang parahnya lagi bahkan jd ikut2an malasnya org Melayu”. “Aduh mak”, kecian juga ya pikir gw..tp gw ga ikut2an ngatain bgt walau yg gw liat melayu emang byk yg malas spt di Medan dan Betawi. “Begitulah” katanya, “Jambi akan tetap tertinggal, tidak populer, dan tidak akan bisa dibanggakan. Sampai kapanpun org Kerinci tetap tidak akan pernah sudi dikategorikan sbg bagian dr Melayu Jambi. Kerinci katanya adalah salah satu Anak Bundo Kanduang yang hilang..atau dihilangkan”? Hahaha… No comment gw…
”Yah, tapi itulah sejarah dan takdir Kerinci kalian” kata gw, “Karena toh tidak ada yang dpt anda perbuat utk mengubah sejarah. Kalianlah orang kerinci yg harus membangun daerah Kerinci. Tidak perlu iri dgn kemajuan Riau dan Sumbar. Kembalilah ke Kerinci kata gw bila lulus dan sukses kelak”. Tapi apa kata mereka? “Kami adalah Orang Minang, yang berbudaya dasar Merantau. sama seperti anda wahai Teman Batak… Beda bukan dgn orang Jambi lainnya?”…
“Mana gwtahu”, kata gw… “gw emang jarang lihat kalian orang Jambi di Jakarta…Yang banyak, ya org Jawa, Minang, Batak, Sunda, Bugis, Ambon, Manado, Palembang, Madura, Banjar,…” “hahaha”…ketawa mereka… “bukankah kami orang Kerinci sudah kau sebut tadi.” “Yg mana?” kata gw. Dengan bangga mereka bilang, “Orang Minang… Ya, disitulah kami menyatu dgn saudara kandung kami…, hahaha” “ah.. dasar kalian, Padang!… “Mereka terlihat puas saat gw memilih tidak memperpanjang debat… Dlm hati gw mengatakan terserah lo deh, kan elu pada semua yg ngrasain sendiri…
Jakarta Pusat 2008.
salaaaaamm…….
hoooo kayo dou lahek… adeo kayo nahuh photo-photo daerah wisata kincai ngan ilaok…. cubeo bagoeh kantai…. kihaun ka sinih andokmas_74@yahoo.co.id
mok lupao kalu adeo lmang kihaun ugeu etss…. cabe suhin sisaut jadi tamboh.
Seronok pulo akau mambaco forom ni. Akau anak kinci dan kini dah jadai bapak budak anak kincai kelahiran Sugai Manik Perak Malaysia. Rindau jugo akau nak ke Kincai tapi sedar entoh ado lagai ke tak Hidup ughah kincai. Doa akau semogo semuo sihat sejahtera.
saya anak keturunan kerinci lahir dan membesar di Malaysia,generasi ke3,datuk bernama Katib Maraja bapa datuk,Imam Maraja tak tahu samada nama sebenar atau nama gelaran,nama kampung kalau tak silap Ladas,tapi dalam Kabupaten Kerinchi cuma terdapat nama Ladeh,ada sesiapa yang sudi bersahabat saya amat alu alukan,amat berminat intuk menjejaki,asal usul dan amat berbesar hati kalau dapat belajar bahasa uhang kinchai… wallahua’lam
baik-baik
kamai anok awo apai dahik kaye dirantai .
kami darantau marasau senang dengan kayo di kincai apolagi minin sungai penuh lah jadi kota kamai dirantau sangat mendukung pembangunan kayo kincai.
saya optimis kerinci bisa maju seperti kabupaten lainnya. kita bisa belajar dari wilayah tetangga, padang misalnya yang kini sudah bisa dikatakan cukup maju dan dikenal luas masyarakat indonesia. begitu banyak potensi alam yang dimiliki tanah kerici yang belum terjamah, contohnya pariwisata dan keberagaman budaya yang unik. sekarang hal yang terpenting adalah membina sdm uhang kito agar bisa membawa tanah sakti alam kerinci menuju suatu perubahan yang luar biasa… cayyooo kincai!!!!
bagi koyo2 yg blng tdk mau pulng k qncay sblm qncay maju n bersh dr KKn…
maka kayo2 slh bsr…
ktnangan cm ad d sakti alam qncy…
mdh2n bs d trik ucapan “tdk akn plng k tnah qncy”
qncy damai…. maoh pd kayo2 nge tsnggung…
aq dah cukup lama merantau jauh dari kincay, walopun bukan penduduk asli kincay, tapi tetap bangga lahir dan besar disana..daerah sejuk dan nyaman yanng selalu di rindukan..
salam kenal kayo galuo2
dari dusun mnopun kito berasal yg jleh kito samu-samu kincai…………
menurut pendapat akau yang tamat sekolah rakyat(SR)jangan kito menghujat pengambil kebijakan di kerinci,kami raso uhang ituhpun ingin kincai ilok dan maju…..mungkin long uhang basuo formulanya yg mantap….oleh sebab itu kayo yg sakula tinggi,kayo yang kayo,kayo yang jadi uhang penting di jakarta….bageh jugo solusi,kincai membutuhkan orang-orang cerdas yang bisa memberikan kritik yang membangun……tibo pulo masuo kito ngurauh ka kincai nantiknyo mano kito tau….baru kito marasokan…..ternyata kincai memang sakti saking saktinya penduduknya tak ada yg mau mengalah…..karena sama-sama sakti kali…….majeu kincai…apapun keadaanmu engkau tetap kami cinto…..kami sanggup ugo naik uto 11 jam dri rantau demi kincai,walau jalan berbelok dan berliku…bahkan antimipun habis satu papan hehehehe tetap semangat bro
April 3, 2008 pada 8:16 pm
Pa kabar uhang Kincai…! mau tahu Kerinci terkini dan perkembangan politik, ekonomi, budaya dan segalanya tentang Kincai, kini sudah terbit Harian Pagi Radar Kerinci (dulunya Radar Kincai). Koran dibawah payung Jawa Pos Grup ini dikelola oleh generasi muda Kerinci. Semua tersaji dan bisa di dapati di sejumlah toko dan agen koran di Kerinci, Bangko, Sarolangun, Bungo dan Kota Jambi. Atau bisa juga bisa diperoleh langsung di Redaksi Radar Kerinci jalan Muradi No 27 Berok, Sungaipenuh, telp 0748-324123