in my fortress, i lie awake

introduction to enterovirus

Posted by: kyla on: Mei 17, 2008

Enterovirus merupakan jenis virus dengan genus (+)ssRNA yang sering dikaitkan dengan beberapa penyakit yang menyerang manusia dan mamalia lainnya. Dahulunya, jenis yang paling menonjol adalah Poliovirus (yang hampir punah). Jenis lainnya adalah coxsackie dan echovirus. Enterovirus merupakan penyebab paling utama terjadinya aseptic meningitis dan dapat membahayakan terutama pada bayi.

Human enterovirus atau enterovirus yang menyerang manusia (family Picornaviridae) menginfeksi jutaan orang setiap tahunnya, menimbulkan berbagai dampak klinis mulai dari infeksi yang tidak terlihat (inapparent infection) hingga penyakit saluran pernapasan ringan (demam biasa), penyakit tangan, kaki, dan mulut, aseptic meningitis, myocarditis, dan flaccid paralysis akut. Di Amerika Serikat, terjadi 30 juta hingga 50 juta infeksi meningitis yang disebabkan oleh enterovirus dan 30.000 hingga 50.000 pasien dirawat setiap tahunnya.

Penelitian serologis telah mengenali 66 jenis serotip human enterovirus berdasarkan uji netralisasi antibodi, dan varian antigen tambahan telah diketahui pada beberapa serotip.

Berdasarkan patogenesisnya pada manusia dan hewan percobaan, enterovirus awalnya diklasifikasikan ke dalam empat kelompok, poliovirus, coxsackie A virus (CA), coxsackie B virus (CB), dan echovirus, namun segera diketahui adanya tumpang tindih sifat biologis yang menonjol dari virus-virus dari kelompok yang berbeda. Enterovirus-enterovirus isolasi yang baru ditemukan telah dinamakan berdasarkan urutan angka, EV68, EV 69, EV70 dan EV71.

Enterovirus ditularkan terutama melalui feses (rute oral) meskipun penyebaran melalui saluran napas juga mungkin terjadi. Setelah memasuki orofarinf, virus bereplika di jaringan submukosa faring bagian distal. Partikel virus dapat ditemukan di feses dan di secret saluran pernapasan bagian atas selama beberapa hari sebelum munculnya gejala. Masa inkubasi rata-rata 3-10 hari.

Enterovirus telah menyebar di seluruh dunia dan dipengaruhi oleh musim dan iklim. Penularan terjadi pada musim panas dan awal musim gugur pada daerah empat musim, sementara di daerah tropis dapat terjadi sepanjang tahun.

Prevalensi poliomyelitis telah menurun di seluruh dunia seiring dengan semakin baiknya kondisi ekonomi dan ketersediaan vaksin. Pada tahun 1994, Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan bahwa belahan bumi bagian barat telah bebas polio. Polio tetap menjadi momok di dunia sedang berkembang dan pada tahun 2003, enam negara endemic telah diketahui: Afganistan, Mesir, India, Niger, Nigeria, dan Pakistan. Antara tahun 2002 dan 2005, virus polio tipe-liar yang berasal dari negara tersebut telah ditemukan di 21 negara bebas-polio sebelumnya.

Tinggalkan Balasan

yang mampir

  • 9,619 peziarah
"Begitulah hidupku, lengkap dengan kesalahan yang kuperbuat adalah kenyataan yang menggembirakan hatiku. Hidup, lengkap dengan kesalahan, sungguh merupakan kesempurnaan. Maka, memandangi kesalahan itu setiap kali sungguh sebuah kegembiraan"

Prie GS: Merenung Sampai Mati

tentang kyla

Lahir pertengahan tahun 1986 di daerah yang mendapat sebutan sekepal tanah surga, Kerinci. Setelah menamatkan 12 tahun sekolah di Kerinci, dengan berbekal semangat orang ndeso pergi merantau ke Medan untuk melanjutkan kuliah S1 Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara. Pada tahun 2007 melanjutkan kuliah pascasarjana program studi Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Institut Pertanian Bogor, namun selang enam bulan mengundurkan diri. Sekarang berdomisili di suatu tempat di Jambi.

About Me
Buku Tamu

arsip

Kategori

twitter