Posted by: kyla on: Mei 18, 2008
Enterovirus 71 (EV71) diisolasikan pertama kali dari kasus-kasus penyakit neurologis pada tahun 1969 di California, Amerika Serikat. Sejak itu, EV71 sering dihubungkan dengan wabah yang tersebar di berbagai belahan dunia, termasuk Amerika Serikat, Brazil, Eropa, Australia, dan Taiwan. Infeksi EV71 mirip dengan infeksi enterovirus lainnya dengan gejala yang berbeda-beda dari asimptomatik (tanpa gejala), ruam-ruam di kulit, diare, demam, meningitis, encephalitis, penyakit tangan-kaki-mulut (HFMD), myocarditis, hingga kombinasi gejala-gejala di atas. Sampai saat ini, hanya sedikit yang diketahui tentang mekanisme molekuler dari respon host terhadap infeksi EV71.
EV71 merupakan anggota Enterovirudae terbaru yang ditemukan, dikenal karena peran etiologisnya dalam epidemi penyakit neurologis yang berat pada anak-anak dan mencapai puncaknya pada bulan Juni atau Juli.
Virus ini biasanya menyerang anak-anak di bawah enam tahun dan pada sebagian besar kasus menimpa anak di bawah usia dua tahun. Virus EV71 bisa menyebabkan keadaan yang lebih parah dengan simtom demam tinggi, kelumpuhan, dan meningitis. Belum ada vaksin bagi penyakit ini. Biasanya penderita yang terkena EV71 akan pulih dalam seminggu sampai 10 hari jika badannya cukup kuat. Namun, kasus-kasus yang melibatkan EV71 biasanya menyebabkan gejala-gejala yang lebih parah jika tubuh korban dalam kondisi lemah.
Pada tahun 1997 di Malaysia dan Jepang, serta tahun 1998 di Taiwan, terjadi epidemi HFMD yang menyebabkan kematian mendadak pada anak-anak. Di Taiwan sendiri pada waktu itu, dilaporkan terjadi 129.106 kasus, sebanyak 405 anak menderita komplikasi serius dan lebih dari 80 anak yang meninggal dunia. Setelah tahun 1998, wabah EV71 dalam skala kecil terjadi hampir setiap tahun, terutama berhubungan dengan virus EV71 dari genotip C2 dan B4.
Epidemi EV71 di Taiwan menimbulkan beberapa pertanyaan untuk diteliti lebih lanjut. Pertama, bagaimanakah sebenarnya jalur transmisi yang tepat dari virus EV71? Enterovirus biasanya ditransmisikan melalui rute fecal-oral, namun pola penyebaran epidemi ini menunjukkan adanya peran sistem pernapasan dalam transmisinya. Kedua, EV71 diketahui telah terjadi berulang kali di Taiwan. Oleh sebab itu, bukankah seharusnya penduduk Taiwan menjadi lebih immune (kebal) terhadap infeksi dari strain khusus ini? Apa yang membuatnya begitu virulen?
Epidemi virus EV71 di China saat ini yang telah menginfeksi puluhan ribu anak dan menewaskan puluhan anak, diduga bukanlah yang pertama kali. Dari tahun 1999 hingga tahun 2004, penyakit tangan-kaki-mulut telah muncul di China dan dari hasil analisis genetic diketahui bahwa dari 147 kasus HFMD yang menimpa anak-anak, 19 di antaranya disebabkan oleh virus EV71. Akan tetapi, kejadian ini ditutup-tutupi oleh otoritas setempat.
Sources:
komentar terbaru