Quotes from A Beautiful Mind by Sylvia Nasar November 21, 2008
Posted by wawa in Books Corner.trackback
Sebuah lomba, dan sebuah kemenangan lagi.
Syukur atas hati nurani yang kita miliki,
Syukur atas kelembutan, keriangan, dan ketakutan yang ditimbulkannya,
Apalah kejahatan sekuntum bunga
Selain diam menunggu mati tanpa ada yang menangisi
(William Wordsworth, “Intimations of Immortality”)
Sama seperti patung…, sama seperti Newton
Kacamata tebal, wajah pendiam,
Yang merenung dan terus merenung
Menjelajah samudera Pikiran serba asing, sendirian.
(William Wordsworth)
Aku diajari untuk merasa,
mungkin terlalu mendalam
Maka aku jadi kelewat mandiri.
(William Wordsworth)
Bincang-bincang menambah pengetahuan, tetapi hening adalah ciri para genius.
(Edward Gibbon)
Semua matematikawan hidup dalam dua dunia berbeda. Mereka hidup dalam sebuah dunia mirip kristal dengan bentuk-bentuk platonik yang sempurna. Sebuah istana es. Akan tetapi mereka juga hidup di dunia biasa tempat yang segala sesuatunya serba sementara, serba mendua, selalu siap untuk berubah. Matematikawan terus berpindah-pindah dari dunia yang satu ke yang lain. Mereka orang-orang dewasa dalam dunia mirip kristal, namun bayi-bayi tak berdaya dalam dunia nyata.
(S. Cappel)
Orang Besar…biasanya orang yang dingin, keras, tegas, dan tidak takut “pandangan orang lain”; ia tidak begitu peduli soal tata krama, juga tidak suka sok suci. Jika orang sulit memahami jalan pikirannya, ia memilih berangkat sendiri… Ia sadar tidak boleh sembarang bicara: memang susah menjadi orang terkenal… Kecuali sedang bicara sendiri, ia lebih suka menyembunyikan perasaannya. Ada semacam kesepian dalam dirinya yang tidak dapat dijangkau entah untuk dipuji atau untuk dipersalahkan.
(Friedrich Nietzsche)

thanks uda sharing kebetulan tadi liat baca novel ini di perpus