we are here to live, not to sit on couch

Maryamah Karpov (Andrea Hirata): akhir pencarian Ikal menemukan A Ling

Posted by: kyla on: Desember 9, 2008

Lebaran Idul Adha ini aku dibawain buku oleh adik sepupuku, novel Maryamah Karpov!!! Hore!!! Hore!!! Sebenernya gak tepat dibilang hadiah, orang aku yang pesen kok, hehe… Tapi, berhubung belon punya tukang ngasi hadiah, anggap aja itu hadiah, yang penting hadiah, hehe-kok jadi ngawur ya???

Eniwei, saat memegang novel tersebut di tangan, “wah, ini buku harus tamat satu hari ini”, tekadku. Ternyata, buku setebal 500 halaman tersebut, memang tamat satu hari, tapi gak dibaca semua ding! Hanya halaman-halaman yang ada tulisan A Ling-nya. Waduh, aku memang terobsesi pingin tau tentang Njoo Xian Ling.

Sebagaimana kebiasaanku kalo baca buku, aku selalu baca beberapa halaman terakhir sebelum mulai membaca halaman pertama. Dan, oh…, perihnya hatiku… Tak terkira perihnya… Sungguh, kawan.

Oke deh, biar gak penasaran aku kasi tau sebagian intisari Maryamah Karpov. Tapi, maap…, berhubung aku gak baca keseluruhan isi bukunya, jadi harap maklum aja kalo gak lengkap. Soalnya aku khusus kepengen tau kelanjutan Ikal-A Ling.

  1. Ikal lulus S2 di Sorbonne Perancis, lalu terbang kembali ke Indonesia dan lanjut ke Belitong
  2. Di Belitong Ikal berkumpul lagi dengan keluarganya dan Arai
  3. Arai ditawari beasiswa S2 hingga S3 di…lupa di mana, yang jelas di Eropa deh. Nah, Arai kan cinta mati sama Zakiah Nurmala. Akhirnya Arai melamar Zakiah, dan menikahlah mereka, terus Arai kayaknya langsung memboyong Zakiah ke Eropa dan melanjutkan studinya.
  4. Ikal menemukan “tanda” bahwa A Ling mungkin berada di Batuan, sebuah pulau di perbatasan menuju Singapura, sebuah wilayah tanpa hukum, dikuasai perompak dengan sang bandit bernama Tambok. Tambok ini konon punya ilmu sejajar dengan Tuk Bayan Tula. Ada kisah-kisah mistis juga tapi aku gak ambil pusing yang penting…, A LING!!!
  5. Ikal, yang sudah berkelana ke penjuru Eropa hingga Afrika untuk menemukan A Ling, akhirnya bertekad kira-kira berbunyi, “Aku akan menemukanmu!!! Di mana pun kau berada!!!” Ya, begitu lah kira-kira, aseli kata-kata sendiri.
  6. Ikal bingung, gimana caranya ke pulau Batuan? Gak ada kapal ke sana. Kalo pun nyampe di sana, belum tentu bisa pulang alias bisa saja dia mati.
  7. Di tengah kegalauan hatinya, datanglah para anggota Laskar Pelangi dan mereka membantu Ikal membuat perahu untuk berlayar ke Batuan.
  8. Ah, ada Lintang juga!!! Alhamdulillah, Lintang sekarang sudah lumayan, artinya dia tidak lagi menjadi kuli pasir seperti yang terakhir kita ketahui di buku 1.
  9. Ikal dan beberapa kawannya pergi ke Batuan. Di sana, mereka diberi waktu tiga hari untuk menemukan apa yang mereka cari. Di hari terakhir, di saat semua udah mulai menyerah, Ikal menemukan A Ling.
  10. Ah, A Ling!!!
  11. Ikal membawa A Ling kembali ke Belitong. A Ling tinggal di tempat pamannya.
  12. Di sebuah perjalanan mereka, A Ling berkata, “curi aku dari pamanku” yang berarti A Ling bersedia dipinang oleh Ikal.
  13. Ikal begitu gembira. Tentu saja, ia siap. Ia bahkan bertekad untuk mencari nafkah di dekat-dekat rumah saja agar ia bisa dekat dengan A Ling. Saat ia mengutarakan maksudnya kepada Ayahnya untuk meminang A Ling, Ayahnya – yang tidak pernah mengatakan tidak untuk semua keinginan Ikal – kali ini bergetar dan menangis pelan. Ikal tau, Ayahnya tidak setuju.
  14. “Di tengah hamparan ilalang, A Ling berdiri sendirian menungguku. Kami hanya diam, tapi A Ling tahu apa yang telah terjadi. Ia terpaku lalu luruh. Ia bersimpuh dan memeluk lututnya. Matanya semerah saga. Ia sesenggukan sambil meremas ilalang. Seakan tak ia rasakan darah mengucur di telapaknya. Ia menarik putus kalungnya, menggulung lengan bajunya, dan memperlihatkan rajah kupu-kupu hitam di bawah sinar bulan. Ku katakan padanya bahwa aku tak kan menyerah pada apa pun untuknya dan akan ada lagi perahu berangkat ke Batuan. Ku katakan padanya, aku akan mencurinya dari pamannya dan melarikannya. Aku akan membawanya naik perahu itu dan kami akan melintasi selat Singapura.”
  15. :-( sedih gak? Aku jadi betmut, gak napsu makan. Hiks…kenapa sesuatu yang sangat diimpikan Ikal gak boleh dimilikinya? Ah, Ikal, ternyata kita sama, bedanya A Ling juga cinta sama Ikal. Sedangkan aku anrikuaited lop, hiks…

Seperti puisi yang kau tuliskan
Seperti nyanyi yang kau lantunkan
Seperti senyum yang kau sunggingkan
Seperti pandang yang kau kerlingkan
Seperti cinta yang kau berikan
Aku tak pernah, tak pernah merasa cukup

Catatan tambahan:

Membaca buku ini, masih saja tersimpan misteri seputar A Ling. Aku berharap Maryamah Karpov lebih banyak menceritakan A Ling tapi ternyata A Ling hanya diceritakan sangat sedikit. Kemana A Ling selama ini setelah perpisahan mereka di buku 1? Bukankah A Ling kabarnya pindah ke Jakarta? Lalu kenapa bisa sampai di Batuan? Kemudian, mengenai janji yang disampaikan Ikal (poin no. 14), akankah dia menepatinya? Hmm…, aku hanya berpesan, “Jika kau menunggu terlalu lama, pada akhirnya kau mungkin tidak akan mendapat apa-apa”.

Aku jadi penasaran, apakah A Ling benar-benar tokoh nyata dalam kehidupan Ikal a.k.a Andrea Hirata, atau hanya tokoh fiksi layaknya Camelia dalam lagu-lagu Om Ebiet G. Ade? Hanya Andrea yang bisa menjawab, barangkali hanya Andrea yang tau.

17 Tanggapan ke "Maryamah Karpov (Andrea Hirata): akhir pencarian Ikal menemukan A Ling"

selamat… ane agak telat karena ada pekerjaan yang mesti di selesaikan… sehingga bacanya baru selesai tadi malam (10 des) tapi ana akan tulis review yang sedikit berbeda… yang ukhti baca kemaren malem.. itu baru pembukanya aja.. masih banyak yang ingin ana tulis terkait buku luarbiasa ini.. wait a moment

hwuaduh gini nih jadinya klo belum baca sendiri…..jadi agak2 gak napsu juga buat beli bukunya (he,he padahal biasanya juga minjem……

sementara belum dibaca dulu postingnya, soalnya masih nyampe hal 414 buku ini, biar surprise aja. hehe

makasih resensinya…..

@ Bag Kinantan & Dion:
Oke, aku tunggu resensi versi temen2 bedua.

@ Sulis:
Hehe, makanya beli dong. Buku ini wajib hukumnya dikoleksi.

@ Wulan:
Sama-sama…

Setelah baca buku ini rasanya masih penasaran bgt deh,agak gak trima endingnya yg msh ngambang soal A ling.apalagi di infotainment ada mantan istri andrea yg nuntut2 gak jelas gt.jd gmn nasib cinta ikal-A Ling?

sepertinya, kawan, perlu 1 buku lagi utk menjelaskan gimana A Ling selanjutnya. juga tentang kegunaan ilmu-ilmu tinggi ikal utk negeri ini.. buku ini belum menjawab itu semua

@ Keiko & Dion:
Setujuh…gak jelas. Aku ngarepnya hepi ending. Rasanya gak adil aja…, pencarian, perjuangan Ikal selama ini untuk mencari A Ling harus berakhir pilu seperti itu. Semoga bakal ada buku selanjutnya di mana pada akhirnya Ikal bisa sama A Ling ^_^
Aku juga penasaran…, Tuk Bayan Tula dan orang2 seperti dia apa benar2 nyata ya??? Too good to be true, hehe..

KIAN LAMA TERPENJARA
MENCARI MAKNA CINTA
DALAM UNGKAP KATA BERSULANG DUSTA

HINGGA GERBANG RAHMAD TERBUKA
MENJELMA CINTA SUCI
SEHALUS DAN SELEMBUT SUTRA KASIH

TERGETARLAH TERSINGKAP KEBENARAN
TERLERAIALAH TERBENAM KEPALSUAN

TUHAN PADA-MU ADA KEDAMAIAN DIRIBAAN-MU KEBAHAGIAAN
TIADA LAGI RASA KESANGSIAN DIHATI
CINTA-MU CINTA TULUS SUCI MURNI KASIH-MU NAN ABADI

BERTAHUTLAH BERCAMBAHLAH CINTA MENGALUN DALAM JIWA
MELAGUKAN KERINDUAN SYAHDU PADA YANG MAHA ESA

SUTRA KASIH MEMBELAI MEMBALUT KELUKAAN ITU
SUTRA KASIH MELAMBAI MENGISI KEKOSONGAN PENGHARAPAN

RELA PASRAHKAN KEHIDUPAN MENGHARUNGI COBAAN RINTANGAN PERJALANAN DIHADAPAN

SUTRA KASIH MEMBELAI MEMBALUT KELUKAAN ITU
SUTRA KASIH MELAMBAI MENGISI KEKOSONGAN PENGHARAPAN

DOA DAN TETES AIR MATA MENDAMBA SUTRA KASIH AGAR TERUS BERSEMI SELAMANYA

Lumayan juga ceritanya…
Tapi lebih baikl agi seandainya kamu punya e-booknya dan mau bagi sama aku. He…
Kalo ada, tolong dikirim lewat e-mail ku ya.
Thanks…

waduh, kisahnya hampir sama dengan kisahmu??wah..kehilangan pangeran impian berarti,hohohoh

novel yang keempat ini agak beda dengan yang dulu2, laskar pelangi sampe edensor bikin aku semangat hidup, terkesima liat perjuangan anak kampung yang bisa sampe eropa,jadi pengen..

sedangkan yang maryamah karpov kok jadi dewasa ya? but tetep beli donk,heheheh

@ Al Kahfi:
Umm…bingung mode is on

@ diq:
Ceritanya bagus, kok… Sendu namun tetap lucu (satir) khas Andrea. Hehe…, maap, aku ga punya e-booknya. Coba aja tanya sama om gugel ^_^

@ ndut:
Hehehe…ngga tepat2 banget kok. I’m having unrequited xxxx. But it’s time to move on ^_^ Sekarang masi menunggu sang Pangeran berkuda putih datang menghampiri, duilee…hahahaha
Setujuh!!! Novel 1-3 memang luar biasa…, menginspirasiku yang cuma anak kampung untuk bisa berprestasi dan kuliah ke Eropa kayak Andrea. Betul, yang ke-empat ini jadi lebih dewasa. Tapi, memang sudah seharusnya demikian, walopun masih ada teka-teki seputar A Ling yang belum terjawab.
betewe, minggu lalu aku mimpi ketemu Andrea. Aku nanya dia seputar A Ling tapi dia tampak sedih dan menolak menjawab pertanyaanku.

kayanya ceritanya mellow gtu yah?
klo setelah baca buku malah jadi sedih dan melankolis… pesan moralnya apa ya?

@ ud:
Pesan moralnya: JANGAN MENYERAH!!!
Pesan moral buat aku: Pingin jadi A Ling n dapet soul mate kayak Ikal >_<
Sstt…baca aja novelnya…

Pesan moralnya Jangan menyerah ya….
kaya tulisan di belakang tutup botol..
Coba lagi… Jangan Menyerah..Anda belum beruntung :p
Beli ya?
nunggu gratisan aja deh… klo ngga minjem,ya cari ebooknya :p

love doesn’t sit there like a stone,
it has to be made like bread,
and remade all the time, like new.
Nb:
q g isa b’kta2,,
kRen bgT pokok’e..

Bk Maryamah Karpov top abiz!!! Bk paling keren di antara semua tetralogi LP. Romantis bnget kata2x Kak Andrea waktu lagi ceritain si A Ling. Klo ada yg tau email asli Kak Andrea, email ke jdelias.27@gmail.com ya…..

Aq hargain orng yg mo bantu aq. =) Thankx so much yall!!

Tinggalkan Balasan

yang mampir

  • 12,385 peziarah
"Begitulah hidupku, lengkap dengan kesalahan yang kuperbuat adalah kenyataan yang menggembirakan hatiku. Hidup, lengkap dengan kesalahan, sungguh merupakan kesempurnaan. Maka, memandangi kesalahan itu setiap kali sungguh sebuah kegembiraan"

Prie GS: Merenung Sampai Mati

tentang kyla

Lahir pertengahan tahun 1986 di daerah yang mendapat sebutan sekepal tanah surga, Kerinci. Setelah menamatkan 12 tahun sekolah di Kerinci, dengan berbekal semangat orang ndeso pergi merantau ke Medan untuk melanjutkan kuliah S1 Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara. Pada tahun 2007 melanjutkan kuliah pascasarjana program studi Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Institut Pertanian Bogor, namun selang enam bulan mengundurkan diri. Sekarang berdomisili di suatu tempat di Jambi.

About Me
Buku Tamu

arsip

Kategori

twitter