we are here to live, not to sit on couch

Setiap Usaha Tak Ada Yang Sia

Posted by: kyla on: Oktober 15, 2009

Segala puji dan syukur atas pertolongan-Mu Ya Rabb. Karena sesungguhnya setiap usaha tidak ada yang sia-sia. Kini aku perlu menyiapkan fisik supaya tetap fit, barang-barang keperluan, dan biaya. Insya Allah dengan bantuan-Mu, aku bisa.

***

Perlu kesabaran ekstra bila harus bekerja se-tim dengan orang yang neurotik (=suka membesar-besarkan masalah, “heboh”). Orang tipikal neurotik kerap kali menyalahkan orang lain sebelum menyadari kesalahan yang murni akibat ulahnya sendiri. Dan aku dengan tulus ikhlas menerima dengan tangan terbuka lebar bekerja sama dengan rekan neurotik ini. Kesal dan umpatan cukuplah dalam hati saja. Puskesmas tempatku bekerja ibarat pesantren kehidupan untuk belajar sabar dan ikhlas.

***

Tadi sore, aku membuka-buka jurnal 2007. Ada catatan survei status gizi, 20-28 Juni 2007 di Kabupaten Asahan – Kota Tanjung Balai. Hidup berpindah-pindah setiap hari. Mencari-cari warga yang bersedia menampung kami. Keliling-keliling seharian “nyulik” bayi, balita, anak sekolah untuk ditimbang. Ada warga yang ngira kami sales. Ada juga yang minta bantuan uang dari menteri. Aneh-aneh. Yang paling mengesankan: makan sate kerang rame-rame buatan mamak-nya temen se-tim! Maknyosss! Wah, jadi kangen sate kerang, nasi gurih, dan lontong Medan.

2 Tanggapan ke "Setiap Usaha Tak Ada Yang Sia"

Assalamu’alikum..Mba kylamasih inagt Saya?? Saya dulu sempat diskusi dengan Andadi friendster..

mba gimana kabarnya??mba punya facebook?Kalo tidakpun boleh saya minta alamy emailnya?

Lewat imel aja ya

Tinggalkan Balasan

yang mampir

  • 12,867 peziarah
"Begitulah hidupku, lengkap dengan kesalahan yang kuperbuat adalah kenyataan yang menggembirakan hatiku. Hidup, lengkap dengan kesalahan, sungguh merupakan kesempurnaan. Maka, memandangi kesalahan itu setiap kali sungguh sebuah kegembiraan"

Prie GS: Merenung Sampai Mati

tentang kyla

Lahir pertengahan tahun 1986 di daerah yang mendapat sebutan sekepal tanah surga, Kerinci. Setelah menamatkan 12 tahun sekolah di Kerinci, dengan berbekal semangat orang ndeso pergi merantau ke Medan untuk melanjutkan kuliah S1 Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara. Pada tahun 2007 melanjutkan kuliah pascasarjana program studi Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Institut Pertanian Bogor, namun selang enam bulan mengundurkan diri. Sekarang berdomisili di suatu tempat di Jambi.

About Me
Buku Tamu

arsip

Kategori

twitter